Ada komentar yang menurut saya menarik ketika tulisan saya yang  Rezeky Is Energi dapat komentar dari pembaca di fb, begini katanya;

Yup benar itu 100 buat ini yach, kata pak ustad, “jamaah, alloh memberi berdasarkan kemampuan hambanya kalau mampu 100% diberi 100% full gak pake kredit kalau mampunya cuma 25% dikasihkan 25% pula tanpa cicilan alias kontan dan cash”

Karena ALLOH maha mengetahui kualitas hamba2nya. ibarat tukang ahli memasak dengan tidak bisa memasak sama sekali, masa’ kerjaan masak diserahkan pada yang gak bisa masak jadi rejeki itu tidak diberikan bagi yang gak mampu amanah membagikan rejekinya.

Ibarat tukang montir dengan tukang sapu gak mungkin bertukar peran karena berbeda kemampuan dan ketrampilan jadi rejeki itu tak kan tertukar tergantung tingkat amanah kita masing2 mampunya dimana dan berapa porsen.

untuk kalimat terakhir saya juga kurang memahami maksudnya 😀

Tapi ya intinya begini, saya selalu memperhatikan para pekerja atau pun para pedagang atau pebisnis dengan berbagai produk yang mereka jual.

Setelah saya amati, apa yang membedakan mereka semua? mengapa terkadang ada 5 produk yang sama namun hasil penjualannya berbeda? sama-sama di tempat yang sama, sama-sama mematok harga yang sama, setelah membaca komentar diatas saya semakin memahami perenungan saya selama ini, dan ternyata rezeky itu bisa bertambah dengan adanya Ilmu. ya, ilmu menjual.

Berlakunya ilmu tidak hanya pada para pebisnis, juga pada semua. Kalau komentar diatas sudah membandingkan si tukang ahli dan yang tidak ahli, perbedaan mereka ada di ilmu yang mereka miliki. Apa yang membedakan karyawan dan menejer? Ilmu. Apa yang membedakan pedagang dan pebisnis? ilmu. Apa yang membedakan santri dan kiyai? Ilmu. Oh indahnya orang-orang yang berilmu.

“Mungkin ini maksud ayat tuhan yang firmannya, tidak akan berubah suatu kaum kecuali ia merubah dirinya sendiri” pikirku. Dalam ayat lain Dia juga mengatakan bahwa orang yang berilmu akan diangkat (dinaikkan) derajatnya. Nah, itu!

Selamat pagi..!! 😀