Saya pernah berpikir begini, apa bedanya teman dengan pacar? Hanya ada 3 kemungkinan jawabannya. Mungkin sebagian akan menjawab “oh jelas beda dong” sebagian lagi akan menjawab “gak tau” dan sebagiannya lagi tidak akan menjawab. Urusan pertemanan dan pacaran adalah suatu hal yang aneh tapi nyata, begini. Kapan kita itu dikatakan berteman? Tidak ada teori pasti tentang pertemanan.

Biasanya yang sering terjadi pertemanan itu terjalin saat kita dikenalkan temannya teman, saat kita mulai mengenalkan diri sendiri atau sebaliknya. Ini yang sering terjadi. Misal dikampus, kalau pertama ngampus pasti temannya orang2 yang sejurusannya, dan itu berawal karena adanya perkenalan.

Dalam kurun waktu tertentu seorang teman akan berusaha ikut berempati dengan temannya, dalam kurun waktu tertentu seorang teman akan mencoba merasakan apa yang temannya rasakan, intinya dalam pertemanan akan menjalin hubungan baik sesama.

Saling tolong menolong, saling memperhatikan, saling membangun dan serba serbi keuntungan dari pertemanan itu berujung pada kebersamaan. Kalau seperti ini biasanya orang-orang akan menyebutnya persahabatan, bukan pertemanan. Tapi tak jadi masalah itu hanya perbedaan kata.

Yang anehnya, apa beda nya dengan pacaran? Selama ini pacaran didentik dengan sepasang kekasih yang tengah menjalani kehidupan dan mencoba saling melengkapi #Muueehh. Katanya pacaran itu harus saling mengerti dan saling pengertian, katanya pacaran itu saling mengasihi, saling mencintai. Hal yang paling aneh lagi, katanya pacaran itu harus ada pengesahan #EmangnyaSurat?

Kalau pacaran saling menyayangi, saling mengerti, saling melengkapi dan saling-saling lainnya, apa bedanya dengan teman?

A: Oh jelas beda, kau akan merasakannya.

B: Gak ada bedanya, sama aja.

A: Belum tentu, mungkin kau belum pernah merasakannya, atau kau belum pernah pacaran jadi diamlah

B: Aku hanya melihat hal yang kurang sedap dipandang bila ada orang pacaran berdua di suatu tempat, pacaran saat ini hanya sebagai simbol bagi keduanya agar dapat melakukan sesuatu yang dilarang.

A: Hei bung, kau tak bisa ngomong seenaknya saja, banyak orang yang berubah karena pacaran, termasuk saya.

B: Oh, ya? Bagus dong. Bareng teman kami juga saling membantu, saling menyayangi dan saling mencintai. Trus apa bedanya?

A: Udah lah, Susah ngomong sama orang katro, gak ngerti pergaulan, kalo gak ngerti gak usah komentar

C: Hei, sudah lah. Aku tak menyuruh kalian berdua bertengkar, terserah kalian mau pacaran or not, “kamu lebih mengerti urusan duniamu”

Bukankah menebar cinta di dunia ini adalah tugas seorang hamba yang diamanahi oleh tuhannya? Cinta tetaplah cinta ia tak akan dapat berubah menjadi coklat, cinta akan hadir setiap waktu, namun satu hal yang harus ku megerti bahwa tugasku hanya untuk menebar cinta, bukan memiliki. 🙂

Morning!!! @IkhlasHS