Pertanyaan itu terlontar waktu aku kelas 5 di RH, di senggang waktu guru itu bertanya kurang lebihnya begini.

“Dulu waktu kecil, kalo yang laki-laki sukanya main klereng, main batu, main gambaran. Kalo yang cewek biasanya main tali, main masak2an, dll. Tapi coba liat anak sekarang? Kayaknya gak pernah saya lihat anak2 yang main kayak gituan. Kira2 kenapa ya?”

Pertanyaan itu terus menerus memenuhi pikiranku selama ini. Itu yang membuatku masih terus menerus memikirkan apa sebenarnya yang terjadi mengapa anak2 sekarang tidak ada yang bermain permainan yang menurutnya itu dapat mengasah otak dan memberikan kedewasaan serta kemandirian pada anak.

Aku teringat, disaat aku menyampaikan keinginanku melancong keliling indonesia bahkan dunia. Waktu itu aku ingin blusukan ke aceh, pokoknya semua aceh. Tapi mereka hanya menjawab, “adanya nanti masanya itu”

Kemudian aku sempat berpikir mengapa sepeda motor tidak langsung kencang? Mengapa bayi yang  dilahirkan tidak langsung bisa berjalan? Mengapa pesawat harus melaju kencang dulu baru bisa terbang? Karena semua ada masanya. Ada proses yang harus dilalui. Bersabarlah.

Kini tak sedikit orang yang ingin merasakan buah dari kesuksesannya, terutama para kaum muda yang ingin membahagiakan orang tuanya. Biasanya terjadi pada mereka yang ingin cepat kaya dengan usahanya. Kebanyakan mereka ditanya, untuk apa kau begitu cepat melakukan itu padahal kau belum selesai melakukan ini? Biar banyak perputaran uangnya.

Semua ada masanya. Sekuntum mawar pun punya masa untuk menampilkan keindahannya di depanmu. Jangan terlalu terburu-buru dengan sesuatu yang ingin kau raih. Mantapkan dirimu dan hiduplah di kehidupanmu, biarkan masa yang akan menggiringmu pada kenikmatan itu.

#MorningMaster 🙂