jalan-jalan

“Apa yang kau dapat dari perjalanan ini?” Pertanyaan itu mungkin mengejutkan seketika. Tak biasa dala setiap perjalanan menanyakan hal konyol semacam itu. tapi itu penting.

“hmmm, aku mendapatkan hal yang baru disana. awalnya aku tak tahu apa nama tumbuhan itu, dan itu pertama kali ku lihat selama ini”

“Bagaimana denganmu?” pertanyaan yang sama, namun orangnya beda.

“Ternyata Indonesia itu indah ya” Dia baru menyadari keindahan negerinya.

“Kalau ria gimana?”

“segala sesuatu itu tidak diciptakan dengan sia-sia”

“Kalau ai gimana? Apa yang ai dapatkan dari perjalanan itu?”

“Kalau ana gini ria. Setelah perjalanan itu ana baru menyadari bahwa, Alam Tak Kenal Toleransi. Tidak pandang bulu siapa kita, kalau tidak siap dia akan tetap mengibas” jawabku.

“kalau sukri gmna? Apa yang kau dapatkan?”

“Gini ai” sambil berpikir. Tak lama kemudian dia melanjutkan “eksploitasi alam”

“apa maksudnya?”

“eksploitasi itu memanfaatkan sebanyak2nya, artinya alam itu bisa dimanfaatkan sebanyak2nya. Seperti contohnya pegunungan2 itu. mereka mengeksploitasi dengan membuatnya bertangga2 dan menanaminya, sebagian alam yang ada juga dijadikan tempat wisata, gitulah. Intinya manfaatkan alam sebanyak2nya”

“kalau mahadir apa?”

“Sejarah. Jadi ngerti sejarahnya seperti apa karena nonton filmnya tadi” aku hanya tersenyum dengan kehebatannya.

“kalau antum gimana plato?” plato adalah sebutan untuk  beliau al mukarrom. Memang karena perangai dan tingkahnya yang kerap menyerupai filsuf legendaris itu.

“kalau ana gini, alam itu sebenarnya bersahabat dengan kita, tinggal kitanya mau atau tidaknya” jujur aku tak kuat memaknai perkataannya. Benar2 filosofis.

“kalau antum gimana mas driver?” Teman yang satu ini sedang lelah diatas kendali stirnya.

“Kalau ana gini pri, alam itu tak mengenal waktu. Tengah malam sekalipun kita datang ana supirnya, tetap alam welcome” sebagian mereka tertawa mengerti apa yang dimaksud.

Dari rasa ingin tahu, timbul keinginan untuk membolak-balik sejarah dan mengetahuinya. Dengan begitu akhirnya menyadari betapa indonesia ternyata indah. Dari keindahan itu eksploitasi alam dapat dikembangkan untuk kesejahteraan sehingga dapat dirasakan bahwa tidak ada yang diciptakan sia-sia. Hasil dari ciptaan itu memberi pelajaran bahwa alam alam tak kenal toleransi. Alam tak mengenal waktu dan alam sebenarnya bersahabat dengan kita.

“jadi apa lah kesimpulan antum dari semua ini” tanyaku pada si plato yang sedang menulis semua diatas kertas. Dia ingin menyimpulkan hasil semua itu.

“Aduh, aku lupa kesimpulan si plato. Nanti ditanya lagi ya :D”