image

Ini dapat dari DP teman bebeh namanya Mas Purwo. Gambarnya bagus, ada payung yang lagi terbalik, semacam lukisan pensil gitu, gak tau juga apa emang benar itu lukisan pensil or not, biarlah, yang penting ia terlihat indah.

Kenapa saya kasih judul “Banyak Orang Lupa”? Karena emang banyak yang lupa. Selama ini yang diri ini amati emang begitu. Ada 2 kejadian yang bisa terjadi:

Yang pertama: Orang tak mau bermimpi kemapanan dalam kehidupannya, tak mau yang tinggi-tinggi, katanya nanti jatuh. Gak terkabul jadi malu, sakit hati, dan macam-macam lah alasannya. Disini ada perasaan tidak sanggup, tidak yakin, dan tidak mungkin, menurutnya itu ketinggian. Jadi vibrasinya membawanya ke ketidakmungkinan.

Lupa kalau masih ada kekuatan diatas kekuatan yang mampu menjawab semuanya. Kekuatan Tuhan, sifatnya quantum, keyakinan. Asal diri kita siap sedia menerima perintahNya sebagai bayarannya.

Yang kedua: Orang yang menganggap dirinya bisa meraih apa yang diinginkannya, dengan kekuatan dirinya dia yakin semua bisa didapatkannya. Tapi hati-hati jangan sampai terjerumus nafsu, bahkan menghalalkan segala cara supaya dapat mewujudkan keinginannya, eh kena deh. Hati-hati.

Suatu hari disaat diberikan waktu untuk jeda, malah ditabrak dan tetap mengerjakannya melalui cara apapun. Dan hasilnya tetep aja gak bisa, kita ngakunya sudah berdoa dan berusaha. Tapi toh belum kesampaian juga, akhirnya saling menyalahkan, bahkan Tuhan sekalipun bisa jadi salah. Sampai akhirnya mengurangi rasa keimanan dan kepercayaan.

Dari 2 kejadian tersebut ada 2 fase yang mengandung makna yang sama. Melupakan keberadaan Tuhan. Malu, takut, gak berani mencapai sesuatu yang tinggi karena menganggap diri terlalu rendah, dan satu lagi menganggap diri bisa melakukan segalanya juga kuran baik.

Lebih idealnya untuk tidak menafyikan tuhan. Kita boleh saja bermimpi setinggi mungkin. Mensyncronkan vibrasi mimpi dengan diri sendiri. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan. Yang tidak bisa kita lakukan biarkan Tuhan yang melakukan. šŸ™‚