“Segala sesuatu, akan dapat memberikan arti bila memiliki banyak huruf” pada dasarnya ungkapan sebenarnya tidak tepat seperti ini, aku lupa susunan katanya, lagian berbahasa inggris. Tapi maksudnya sama, ya seperti ungkapan diatas. 🙂

Pesan itu yang disampaikan ekonom harvard itu. Lantas apa maksudnya? Begini, andai aku punya huruf cuma dua “A dan B” maka kata apa yang bisa aku buat? Jelas jawaban itu hanya berbunyi “BABA” atau “ABAB” atau “BAB” dan “BBA” dst. (Rangkailah sendiri)

Karena terlalu sedikit, baiklah. Ku tambahi hurufnya, yakni huruf “C” sekarang aku punya tiga huruf “A,B,C”. dari ketiga huruf tadi, kata apa yang bisa kurangkai? Aku ingin menjadikannya “BACA” “CAB” “BCA” dst. (Rangkai lagi ya)

Kalau saya menambahkan satu huruf lagi seperti “E” maka saya dapat merangkai “CABE” “BECA” bisa lebih banyak lagi bukan?

Begitu seterusnya, disaat kita terus menerus menambah huruf itu. maka akan banyak kata yang bisa kita rangkai. Lihatlah, berapa jumlah huruf alphabet yang kita punya untuk dapat merangkainya menjadi sebuah tulisan. Ada 26 huruf. Mungkin, jika ia lebih dari itu, bisa jadi akan muncul kata-kata baru yang belum pernah kita tahu.

Artinya apa, kalau sang ekonom itu berasumsi bahwa sebuah negeri itu akan mengalami kesejahteraan bila menciptakan banyak huruf. Huruf-huruf itu adalah sesuatu, yang dapat melengkapi kebutuhan suatu negeri. Para pengusaha, produk-produk penelitian, sumber daya yang berkualitas, dsb.

Untuk kami anak muda. Huruf-huruf itu hanya akan muncul dan bertambah disaat kami mau menyadari, disaat kami mau berinovasi, disaat kami yakin bahwa kami adalah tongkat estafet negeri ini.

Selamat Malam. 🙂